Mohammad Hatta (1902 - 1980)

Siapa yang hendak kutuju dari seorang figur negarawan di Indonesia? pertanyaan ini berhenti setelah aku membaca dan mencari lebih tahu tentang Hatta.

Sejak kecil yang aku tahu Hatta seorang Proklamator, wakil presiden pertama Indonesia dan tidak lebih hebat daripada Soekarno. Tapi hal itu berubah, ya Hatta mungkin bukan orator ulung seperti Soekarno, tidak secemerlang Agus Salim, tidak se-idealis Natsir, bukan negosiator piawai seperti Syahrir, tapi dia negarawan yang paling rasional dan realistis diantara mereka. 

Hatta…

Seorang yang bersumpah tidak akan menikah, sebelum indonesia merdeka. Dia bertekad menjadi Indonesia sebagai “istri pertamanya”. Seorang yang pernah diajak menjadi anggota parlemen rendah di belanda. Seorang yang pernah ditawari menjadi ketua perjuangan indonesia oleh PKI. Seorang yang pernah diminta menjadi ketua Nahdlatul Ulama. Seorang nasionalis, sosialis, yang rasional.

Hatta…
Saat mereka muda, Soekarno begitu tenar disini. Kemana Soekarno pergi pemuda akan berkumpul disekitarnya, menganggapnya sebagai pemimpin mereka, ayah mereka. Tetapi Hatta, ia begitu dikenal diluar, tulisan-tulisanya, risalahnya. Kemana ia pergi, wartawan dan cendekiawan akan menyambutnya, mengundangnya untuk berdiskusi denganya.
Gandhi of Java, ia disamakan dengan sang jiwa suci itu sendiri.
Dia sangat mengutamakan pendidikan. bermacam-macam review dan tulisan telah dihasilkannya, ekonomi, politik, sosial, filsafat, bahkan tentang islam. Hal itu dilakukanya untuk berbagi ilmu, serta memajukan bangsa melalui pendidikan.
Hatta…
Menginginkan sebuah negara federasi, dengan kekuasaan yang dibagikan, dan dijalankan oleh pihak-pihak yang kompeten dan layak. Kekuasaan terpusat hanya akan melahirkan kekuasaan diatas kekuasaan di negeri ini yang telah terlalu tertanam budaya feodal. Di negeri besar ini, keadilan sosial tidak akan terwujud bila semua terpusat, dan masing-masing daerah tidak memiliki kemerdekaan untuk menetukan nasib hidupnya sendiri. Bila daerah hanya dapat pasrah atas nasibnya yang telah digariskan oleh sekelompok elite pusat yang akan terjadi justru rakyat yang semata sebagai alat kekuasaan. Seperti akhirnya dilakukan oleh Soekarno, Soeharto, serta mungkin penerus-penerusnya.
Hatta…
sejak dulu ia memperingatkan tentang konglomerasi yang akan membentuk gap kaya dan miskin, penguasa dan terjajah. Tentang rakyat yang hanya menjadi alat kekuasaan. Tentang kepentingan pribadi yang mengatasnamakan nasional. Dan ternyata hal itu tetap berlangsung hingga kini…
Keadilan sosial bagi rakyat, kesetaraan hak-hak individu
dia hanya merindukan kemerdekaan…
Hatta…
Saat pemerintahan tak lagi sesuai dengan prinsipnya, ia mundur. DIa tak bermimpi menjadi penguasa, tp ia pun tak ingin menjadi alat, dan ia konsisten dengan itu. Saat kekuasaan berganti dan berkecamuk, tak berarti ia ingin kembali. Ia tetap menyurati para penguasa, mengingatkan mereka untuk tetap pada jalurnya. Ia konsisten dengan pengundurannya, ia konsisten dengan prinsip-prinsipnya.
Hatta…
Tetap menyimpan iklan sepatu Bally yang tidak pernah sanggup dia beli sejak dia masih menjabat sebagai Wapres atau Perdana Menteri.
Dia menolak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan karena ia ingin selalu dekat dengan rakyat.
Bersikap biasa saja yang dia tunjukan ketika dicabut listrik di rumah kediamannya karena tidak mampu bayar tagihan.
Ketika dia sakit, ternyata dia tidak punya uang untuk obati penyakit secara layak.
Pada nasib rakyat dan bangsa Indonesia lah kekhwatiran utamanya, bukan pada diri atau keluarganya sendiri.
Hatta…
Seorang Negarawan Sejati.
Kepada beliaulah bangsa ini berhutang budi sangat besar.
ya, kepada beliaulah.
Doa’ku dan hormatku pada Mohammad Hatta.image

 

2 notes

The Romantic Ego - Psychedelic

Lalu, ingin terbang selamanya dan kemudian suatu hari berhenti untuk memberitahu seseorang, menatap matanya dan berpikir: saya benar-benar  membutuhkan anda… Maka jangan tertawa meski memiliki sedikit ketakutan, dan mengambil risiko, juga membuat hal-hal konyol, seperti memberikan bunga di hari biasa atau mencium tanpa harus mabuk…

David Bowie - Wild Is The Wind (by emimusic)

For my love is like the wind…

1 note

You n’ Me, around the world riding a Vespa ?

You n’ Me, around the world riding a Vespa ?

si Telor Puyuh yang menggoda untuk di pulung gambarnya, malam ini…

si Telor Puyuh yang menggoda untuk di pulung gambarnya, malam ini…

paradigma usia senja

Obrolan bersama teman, kopi hitam, udara dingin dan asap tembakau, tentang paradigma masyarakat Indonesia dalam menyikapi seseorang yang berusia senja, dan kesimpulannya lebih kurang:

Secara psikologis dan dari hasil-hasil riset yang telah dibuktikan bahwa manusia yang akan menjelang usia senja (kurang lebih 50 tahun-an) akan berprilaku ‘akil balik’ cenderung seperti ‘anak kecil’.

Di negara maju, paradigma perilaku ‘akil balik’ yang identik dengan ‘aktivitas agresif’ (seperti anak kecil) justru dibiarkan agar memacu energi seseorang untuk melanjutkan proses-proses kreatif yang telah dicapai sebelumnya sampai meng-kristalisasi-kan dengan karya yang telah dicapai dalam pencariannya. Mayoritas manusia di negara maju, semakin tua semakin hebat dalam melahirkan karya.

Sementara itu, paradigma di Indonesia saat manusia berada pada usia senja cenderung dihambat oleh lingkungannya sendiri, “…sudahlah, sudah tua mau cari apa lagi sih? diam saja di rumah…”, seolah-olah kalau sudah tua hanya duduk manis saja, sambil cukup beraktivitas mempersiapkan dirinya dipanggil oleh Yang Maha Kuasa…

0 plays

Bossanova Jawa - Stasiun Balapan

♫ "…Ning Stasiun Balapan, kutho Solo sing dadi kenangan, kuwe karo aku naliko ngeterek lungamu…”

rasane koyo wong kelangan…

1 note

0 plays

Koop - Island Blues

Chrisye feat Waljinah - Semusim

selalu tekenang…